Tugas individu kesehatan mental#
Faiz chairullah
13514827
2pa13
DEPRESI
Depresi adalah suasana hati yang buruk dan berlangsung selama kurun waktu tertentu. Ketika mengalamidepresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.
Penyebab:
Daftar Pustaka
13514827
2pa13
DEPRESI
Depresi adalah suasana hati yang buruk dan berlangsung selama kurun waktu tertentu. Ketika mengalamidepresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.
Penyebab:
- Kekerasan. Kekerasan fisik, pelecehan seksual, atau emosional di masa lalu dapat menyebabkan depresi di kemudian hari.
- Obat-obatan tertentu. Sebagai contoh, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, seperti beta-blocker atau reserpin, dapat meningkatkan risiko depresi.
- Konflik. Depresi dapat disebabkan dari konflik pribadi atau perselisihan dengan anggota keluarga atau teman-teman.
- Kematian atau kehilangan. Kesedihan atau kedukaan karena kematian atau kehilangan orang yang dicintai, meskipun ini alami, juga dapat meningkatkan risiko depresi.
- Genetik. Riwayat keluarga yang memiliki depresi dapat meningkatkan risiko depresi. Hal ini karena diperkirakan depresi diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Walaupun masih belum diketahui secara pasti bagaimana hal ini dapat terjadi.
- Peristiwa Besar. Bahkan peristiwa baik seperti memulai pekerjaan baru, kelulusan, atau menikah dapat menyebabkan depresi. Begitu juga dengan perpindahan tempat, kehilangan pekerjaan atau pendapatan, bercerai, atau pensiun.
- Masalah pribadi yang lain. Masalah-masalah seperti isolasi sosial akibat penyakit jiwa lain atau dikucilkan anggota keluarga atau masyarakat juga dapat menyebabkan depresi.
- Penyakit Berat. Kadang-kadang depresi berdampingan dengan penyakit berat atau merupakan reaksi terhadap penyakit.
- Penyalahgunaan zat. Hampir 30% dari orang-orang dengan masalah ini, juga memiliki depresi berat atau klinis.
Gejala:
- Gampang marah atau tingkat emosional yang tinggi.
- Bertambah atau berkurangnya nafsu makan.
- Energi yang berkurang dapat memicu rasa lemas dan lelah karena metabolisme tubuh yang berkurang.
- Susah tidur atau yang biasa disebut imsomnia.
- Konsentrasi yang berkurang yang disebabkan karena terlalu banyak memikirkan masalah yang dialaminya.
- Merasakan sakit kepala, pencernaan yang kurang sehat yang diakibatkan oleh perasaan atau suasana hati.
- Lebih sering menyendiri dan merenungkan masalah yang dialaminya
- Rasa sedih yang tidak dapat dikendalikan diri sendiri yang bisa jadi berakibat fatal.
- Cenderung merasakan putus asa dan pesimis dengan apa yang dihadapinya.
- Merasa tertekan dengan apa yang harus dilaluinya karena orang yang sedang dipikirkannya cenderung tidak berfikir positif.
Cara mengatasi:
- Senantiasa mengingat Allah.
- Selalu bersyukur terhadap segala nikmat yang dikaruniakan Tuhan kepada kita.
- Berdoa mudah-mudahan segala kesulitan bisa teratasi.
- Melakukan terapi psikologis.
- Terapi hipnotis terapi.
- Berolahraga.
- Membaca buku atau novel.
- Jalan-jalan kelokasi wisata yang belum pernah dikunjungi.
- Berkumpul bersama keluarga yang dicintai.
- Jangan berpikir negatif, tetapi yang benar selalu berpikir dibalik kesulitan itu terdapat kemudahan dan setiap
Daftar Pustaka
Lumongga Lubis Namora (2009), Depresi Tinjauan Psikologis, Jakarta, Prenada Media Group.
Surya Brata Sumadi (2006), Metodologi Penelitian, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Faiz Chairullah
Faiz Chairullah
13514827
2pa13
Comments
Post a Comment